By Galih at 11.30 , have 0 komentar
Ads by google:
Ads by google:
Teknologi Tepat Guna Sederhana - Di era modern seperti sekarang ini banyak sekali teknologi yang bermunculan dan diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teknologi tersebut tentunya sangat membantu kegiatan manusia dan juga ikut berperan dalam menyelesaikan masalah manusia. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh teknologi menimbulkan istilah teknologi tepat guna. Teknologi tepat guna juga bermanfaat untuk menghemat energi.

Banyak sekali teknologi tepat guna sederhana yang berada di dalam rumah kita contohnya saja yang sering digunakan yaitu penghangat dan pendingin ruangan. Penghangat dan pendingin ruangan, bahan bakar mobil kita dan penyiraman rumput halaman yang mana cukup menguras biaya energy yang dikeluarkan untuk menggunakan teknologi tersebut. Biasanya kita harus mengeluarkan sekian biaya untuk teknologi tersebut baik bulanan maupun tahunan. Untungnya ada sejumlah cara untuk mengurangi kedua jejak karbon dan biaya energi.

Teknologi Tepat Guna Sederhana


Banyak teknik sederhana dan praktis yang tidak menimbulkan perubahan besar, konstruksi dan instalasi. Faktanya ada sejumlah cara untuk menghemat energi sehingga dapat memotong jumlah konsumsi dan biaya energi rumah di rumah mencapai $2,500 setahun tanpa memerlukan usaha lebih. Bahkan kita secara signifikan dapat memotong biaya yang dikeluarkan dengan merubah cara kerjanya tanpa harus membeli produk teknologi baru yang hemat energi. Namun untuk beberapa penghematan biaya yang akan terjadi mungkin tidak bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Meskipun begitu kita patut untuk mencobanya karena perubahan sekecil apapun akan bermanfaat bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan. Kita juga tidak memulai penghematan biaya dengan menggunakan alat teknologi tepat guna yang cukup mahal. Teknologi tepat guna tidak selalu berhubungan dengan segala sesuatu yang rumit, namun ada juga teknologi tepat guna sederhana, contohnya yaitu :

Mesnginstal sistem penadah air hujan

Teknologi Tepat Guna Sederhana Terbaru
Sistem pengumpul air hujan adalah sistem mekanis yang sangat sederhana yang menghubungkan sistem talang air atau jaringan pengumpul air yang terdapat di atap rumah dengan penyimpanan air hujan  dalam sebuah barel atau tangki air yang nantinya akan digunakan untuk menyirami tanaman, membilas toilet dan irigasi, namun tidak digunakan untuk air minum.

Sistem ini tentunya tidak mahal karena kita dapat peralatan untuk membuatnya dan merakitnya sendiri. Jika kita membayar seorang kontraktor untuk memasang sistem penadah air hujan, pastinya kita harus mengeluarkan uang tambahan untuk membayar jasanya.
Dengan adanya wadah penyimpan air hujan maka kita dapat menghemat pengeluaran air bersih,yang tadiya untuk menyiram tanaman maupun membilas toilet kita menggunakan air bersih yang mengucur dari keran, sekarang kita dapat menggunakan air alternatif. Hal tersebut membuat yang tadinya air hujan hanya terbuang sia-sia sekarang bisa dimanfaatkan.

Mengawetkan makanan dengan menggunakan garam


Teknologi Tepat Guna Sederhana Terbaru
Mengawetkan makanan dengan menggunakan garam juga termasuk dalam teknologi tepat guna sederhana. Mengawetkan makanan dengan menggunakan garam telah lama dipraktekan oleh manusia zaman dahulu sebelum adanya pencatatan sejarah tertulis. Dendeng daging, acar dan salmon asap adalah contoh dari makanan yang biasanya diawetkan menggunakan garam. Namun apakah makanan asin aman untuk dikonsumsi? Garam mengawetkan makanan dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Garam mengeringkan makanan. Garam menarik air keluar dari makanan dan mendehidrasinya. Garam digunakan untuk mengawetkan dendeng daging dengan menjaganya tetap kering. Selain itu garam juga digunakan untuk menjaga mentega agar tidak cepat basi dengan menarik air keluar dan hanya menyisakan lemak. 
  • Garam membunuh mikroba. Kandungan garam yang tinggi adalah racun bagi kebanyakan mikroba karena efek osmolaritas atau tekanan air yang terjadi di luar dan di dalam organism. Kandungan garam yang tinggi juga dapat menjadi racun untuk proses internal mikroba yang memperngaruhi DNA dan enzim. Kandungan gula yang tinggi juga memiliki efek yang sama pada mikroba. Itulah alasannya mengapa gula juga banyak digunakan untuk mengawetkan makanan seperti selai dan jeli.

Cara mengawetkan daging dengan garam

  1. Pilih daging yag ingin diawetkan
  2. Cuci daging menggunakan air hangat dengan suhu suam-suam kuku agar daging tidak terlalu matang dan lunak, kemudian potong bagian yang tidak diinginkan
  3. Tepuk-tepuk atau usap daging yang telah dicuci tadi untuk mengeringkan daging
  4. Taburkan bubuk herbal favorit yang tidak asin dan bumbu-bumbu lainnya untuk menambah cita rasa
  5. Usapkan garam kasar pada seluruh permukaan daging hingga semua bagiannya tertutupi garam. Hal tersebut bertujuan untuk melenyapkan kehadiran bakteri dan mengawetkannya untuk waktu yang lama
  6. Gantungkan daging dalam sebuah ruangan yang bersuhu 59 derajat dan biarkan udara yang mengeringkannya kurang lebih selama 3 minggu. Lakukan pengecekan setiap dua hari sekali untuk memastikan jika daging tidak berbau busuk.
  7. Gunakan air mengalir untuk mencuci kelebihan garam 

Itula beberapa contoh teknologi tepat guna sederhana yang bisa saya tuliskan, masih banyak lagi info tentang teknologi yang menarik dibawah ini, di baca ya.


Selamat membaca artikel diatas, semoga infonya menarik dan bermanfaat.
Ads By Google :
Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet

0 komentar:

Poskan Komentar